Sistem Kekebalan Hidup
Kenaikan harga BBM hingga saat ini masih mencemaskan masyarakat. Sebenarnya, bukan kenaikan harganya yang membuat cemas, tetapi akibatnya. Naiknya harga BBM mengakibatkan sebagian barang mengalami kenaikan harga pula.
Tugas pokok dari elite politik adalah mensejahterakan warga negara, dengan tanpa terkecuali. Apabila masyarakat terus hidup dalam rasa ketidaknyamanan, maka dapat diindikasikan bahwa mereka sangat melenceng dari visi yang sudah dirancang. Segala aspek kehidupan mudah goyah hanya karena sebuah peristiwa. Sehingga, warga negara saat ini memerlukan sebuah kebijakan yang dapat menghidupkan sistem kekebalan hidup.
Harapannya, kekebalan hidup yang seperti ini mampu menaungi minimal bidang edukasi dan kesehatan yang mencakup gizi dari masyarakat. Dalam artian lain, harga BBM boleh melangit. Asalkan harga barang-barang di bidang kesehatan, edukasi, dan gizi tetap.
Hal-hal yang demikian dapat saja terwujud, jika ranah politik bersih dari kaum kapitalis yang mengutamakan birokrasi daripada demokrasi. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat sebuah kebijakan melalui undang-undang. Dalam bidang kesehatan, minimal ada asuransi kesehatan secara global yang dibayar oleh warga sesuai dengan gaji per bulan. Tidak terkecuali dalam melayani obat-obatan, harga obat harus naik sesuai dengan aturan.
Untuk memenuhi nutrisibtubuh warga negara, negara harus membeli hasil panen para petani dengan harga yang rasional sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang. Dampak dari adanya aturan tentang harga ini akan membantu terkontrolnya harga bahan-bahan dalam pasaran.
Edukasi juga tak kalah penting dengan kesehatan, sehingga memerlukan sebuah aturan agar dapat dijadikan sebagai pedoman. Adanya sebuah undang-undang tersebut akan menghilangkan dikotomi antara sekolah swasta dan negeri. Hal ini menjadi perbedaan yang sangat signifikan antara Indonesia dengan negara lain di dunia. Di Indonesia, sekolah swasta yang mahal itu banyak dihuni oleh siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera. Dan sekolah negeri dihuni oleh siswa yang berasal dari keluarga yang sudah sejahtera. Sedangkan di luar negeri malah sebaliknya.
Keadaan demikianlah yang menjadi dasar bahwa sekolah swasta juga memerlukan bantuan seperti sekolah negeri, meskipun tidak sepenuhnya. Seperti contoh, buku-buku penunjang pembelajaran seperti modul dijual dengan harga murah, jika perlu dibuat gratis saja. Biaya untuk menunjang kebutuhan dalam bidang-bidang tersebut dapat diperoleh dari pajak dari rakyat dan pemasukan negara yang lain.
Oleh sebab itu, bidang-bidang tersebut seharusnya saling berhubungan agar dapat disinergikan.
Komentar
Posting Komentar